Lompat Jauh Berbahaya: Benar atau Salah?

Atletik

Atletik adalah salah satu olahraga yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Untuk pengertiannya sendiri, menurut Ballesteros, pengertian atletik ialah aktivitas jasmani yang kompetatif dapat diadu, terdiri dari beberapa nomor lomba yang terpisah berdasarkan kemampuan gerak dasar manusia misalnya berjalan, berlari, melompat dan melempar. Sedangkan menurut Eddy Purnomo, atletik ialah aktivitas atau kegiatan jasmani yang terdiri atas gerakan-gerakan dasar yang harmonis dan juga dinamis yakni jalan, lari, lempar serta lompat. Dari pendapat-pendapat ahli tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa atletik ialah olahraga yang terdiri dari beberapa cabang dasar seperti lari, lompat, lempar dan jalan.

Jika dilihat dari arti ataupun istilah “atletik itu berasal dari bahsa Yunani yakni Athlon atau Athlun yang dapat diartikan sebagai lomba atau perlombaan/pertandingan. Istilah tersebut dipopulerkan di Yunani oleh Iccus dan Herodicus pada abad IV. Olahraga atletik menjadi salah satu olahraga yang paling umum dimainkan di berbagai penjuru dunia.

(macam-macam cabang olahraga atletik)


Terdapat masalah di Kupang mengenai atletik dan lebih luasnya olahraga secara umum yaitu belum tersedianya fasilitas untuk kegitan keolahragaan yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah, kurangnya sumber daya manusia untuk melatih dan dana untuk pembinaan atlet, serta sinergitas pembangunan keolahragaan yang belum berjalan dengan optimal.

Oleh karena itu, artikel ini dirangkai dengan informasi pokok seperti pengertian dari lompat jauh beserta manfaatnya, peraturan yang berlaku dalam lompat jauh, teknik yang dibutuhkan untuk melakukan lompat jauh beserta cara melatihnya, dan cedera yang bisa dialami jika tidak melakukan teknik dengan baik beserta cara mengobatinya. Dengan demikian, diharpkan bahwa artikel ini dapat menjadi sumber yang informatif dan terpercaya, agar sumber daya pengetahuan akan lompat jauh di Kupang dapat terbantu serta sumber yang membuat kalian bisa melihat atletik, secara spesifik lompat jauh sebagai cabang olahrga yang menarik dan tidak berbahaya selama melakukan teknik dengan tepat, sama halnya dengan cabang olahraga lainnya.


Lompat Jauh

Lompat jauh adalah salah satu cabang olahraga atletik dimana atlet mengkombinasikan kecepatan, kekuatan, dan kelincahan untuk melemparkan dirinya dari papan tolakan. Tujuan lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan sejauh mungkin ke bagian letak pendaratan atau bak lompat. Jauh dekatnya hasil lompatan sangat dipengaruhi oleh kecepatan lari, awalan yang dilakukan, dan kekuatan dalam menolak.  Oleh karena itu, selain mampu berlari cepat, seorang atlet lompat jauh juga harus memiliki kaki yang kuat untuk menolak. Dari pernyataan-pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa lompat jauh adalah cabang olahraga dalam atletik yang menilai seberapa jauhnya atlet melompat dari titik kaki melepas permukaan tanah hingga mendarat.

(seorang atlet melakukan lompat jauh)

Manfaat

Seperti olahrga-olahraga lainnya, lompat jauh pun memiliki beberapa manfaat, antara lain dapat meningkatkan kekuatan otot khususnya otot kaki, membakar kalori, melatih konsentrasi, memperbaik metabolisme tubuh, lebih waspada atau respon otak yang lebih cepat dan peka, serta memberi kesehatan mental yang baik.

Prestasi

Adapun atlet-atlet lompat jauh dari Indonesia dan luar negeri yang berprestasi. Contoh terbaru ialah Safwaturahman dari provinsi Nusa Tenggara Barat yang memecahkan rekor nasional (rekornas) yang sudah bertahan selama 33 tahun setelah mencatatkan lompatan sejauh 7,98 meter pada Korea Open 2018 di Yecheon, Korea Selatan, juga mengungguli atlet Korea Selatan (dengan lompatan 7,75 meter), serta Sri Lanka (7,73 meter). Rekornas sebelumnya dipegang oleh Agus Reza Irawan dengan lompatan sejauh 7,85 meter pada Kejuaraan Asia 1985 di Jakarta. Keberhasilan Safwaturahman melengkapi keberhasilan sejumlah atlet Indonesia lainnya yang juga meraih medali di berbagai nomor perlombaan. Adapun atlet asal Yunani yang memperoleh medali emas dalam kesempatan terakhirnya. Bertempat di Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Olimpiade Tokyo, Jepang, Miltiadis Tentoglou mencapai jarak lompatan terbaik 8,41 meter yang sama dengan Juan Miguel Echevarria dari Kuba. Namun, Tentoglou dinyatakan sebagai pemenang karena lompatan terbaik keduanya 8,15 meter di kesempatan kelima, sedangkan Echevarria lompatan terbaik keduanya 8,09 meter di kesempatan pertama.

Selain itu, rekor lompat jauh internasional kategori putra dipegang oleh Mike Powell dari Amerika Serikat pada Kejuaraan Dunia 1991 di Tokyo, Jepang, yaitu sejauh 8,95 meter. Sementara untuk kategori putri diambil oleh atlet asal Rusia, Galina Chistyakova, dengan catatan 7,52 meter di St. Petersburg tahun 1988.

Lompat jauh adalah olahraga yang tidak menuntut adanya fasilitas yang megah. Bukti prestasi atlet-atlet ini dapat menjadi motivasi bagi kalian untuk melihat bahwa dengan melakukan lompat jauh, atlet dapat keliling dunia, mengikuti olimpiade, meraih juara, hingga memegang medali. Dengan terus berlatih, tidak ada yang tidak dapat diraih, sehingga berikut beberapa uraian akan beberapa peraturan, teknik, cedera dan cara merawatnya sebagai pembimbing ke prestasi-prestasi tersebut.


Peraturan

Lapangan:

  • Panjang lintasan hingga papan tumpuan: 45 m
  • Lebar lintasan: 1,22 m
  • Jarak papan tumpuan pada bak lompat: 1 m, dengan ukuran panjang 1,22 m, lebar 20 cm, dan ketebalan 10 cm
  • Panjang bak lompat: 10 m
  • Lebar bak lompat: 2,75 m

Aturan Dasar:

  • Apabila jumlah peserta lompat jauh lebih dari delapan orang, maka setiap peserta mendapat tiga kali kesempatan untuk melakukan lompatan. 
  • Apabila peserta berjumlah delapan orang atau kurang, maka diberikan kesempatan melompat sebanyak enam kali.
  • Saat akan melompat harus dipastikan untuk tidak melewati batas depan dari garis pelanggaran. Jika ada satu bagian kaki yang menyentuh garis pelanggaran atau foul line, maka akan dianggap sebagai pelanggaran dan jaraknya tidak akan dicatat.
  • Jarak lompatan dihitung dari bagian tubuh pertama yang menyentuh tanah, baik tangan maupun kaki.
  • Jika melakukan lompatan dengan jarak yang cukup jauh dari papan atau bagian depan foul line, jarak yang dihitung adalah tetap dari foul line hingga posisi pendaratan di bak pasir.
  • Tidak diperbolehkan untuk melakukan gerakan jungkir balik saat melakukan lompatan atau mendarat di bak pasir.
  • Sol sepatu yang boleh digunakan memiliki ketebalan maksimum 13 mm.

Pelanggaran:

  • Peserta tidak melakukan lompatan setelah dipanggil selama 3 menit.
  • Adanya bagian tubuh peserta yang menyentuh tanah pada area belakang garis batas tumpuan saat melakukan persiapan untuk lompatan atau saat berlari.
  • Peserta melakukan tumpuan dengan menggunakan kedua kaki.
  • Peserta melakukan tolakan dari luar ujung balok tumpuan, baik sebelum maupun sesudah perpanjangan garis tumpuan.
  • Peserta melewati batas depan dari garis pelanggaran saat melompat.
  • Peserta melakukan gerakan jungkir balik atau salto saat melakukan lompatan atau saat mendarat di bak pasir.
  • Peserta melakukan pendaratan di luar bak pasir yang sudah ditentukan.
  • Peserta berjalan mundur atau berbalik melalui bak lompat usai melakukan lompatan


Teknik

  1. Fase awal (run up): Diawali dengan lari sprint kemudian menuju papan lepas landas, kecuali dalam dua langkah terakhir. Saat melakukan fase ini, atlet harus berusaha dalam menjaga kecepatan. Umumnya, atlet lompat jauh akan mengambil sekitar 20 hingga 22 langkah ketika melakukan awalan.
  2. Fase lepas landas (take off): Salah satu kaki akan tetap di permukaan tanah untuk menopang badan agar bisa melakukan tolakan. Tahapan ini akan menghasilkan gerakan yang akan mempengaruhi ketinggian yang akan dicapai oleh tubuh. Oleh karena itu, ketika melakukan tahapan ini, atlet harus pastikan bahwa kakinya sudah menapak dengan baik agar bisa menghasilkan tolakan yang maksimal. Sebaiknya tidak melompat jauh dengan tumit karena akan memberikan efek pengereman dan juga mengurangi momentum, serta melompat dengan jari-jari kaki karena bisa membuat tubuh menjadi tidak stabil atau bahkan mengurangi jarak yang ditempuh.
  3. Fase melayang (flight): Sikap serta gerakan badan di udara yang bergantung pada kecepatan awalan serta kekuatan penolakan. Gerakan melayang dalam lompat jauh dilakukan setelah meninggalkan balok tumpuan. Atlet harus memperhatikan agar tidak mudah jatuh dengan menjaga keseimbangan badan yang dapat dilakukan dengan mengayunkan kedua tangan. Gerakan kaki pun harus berjalan ketika posisi tubuh sedang melayang, sehingga mempermudah jarak pendaratan.
  4. Fase mendarat (landing): Setiap inci pendaratan sendiri sangat penting, sehingga dalam melakukan teknik pendaratan harus benar di bak pasir agar tidak mempengaruhi jarak lompatan. Untuk memastikan pendaratan mencapai jarak maksimum, maka seorang atlet juga akan melakukan beberapa manuver saat mendarat. Biasanya, atlet akan berfokus dalam menjaga kaki agar tetap berada di depan tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan membawa tumit ke atas serta kepala ke bawah dengan peregangan pinggul penuh. Saat mendarat, atlet juga akan melakukan gerakan menyapu dengan tangan dalam menjaga kaki tetap tegak dan tubuh ke depan

Gaya:

  • Gaya jongkok (float style): Gaya paling mendasar dan umumnya dilakukan oleh pemula. Gerakan ini melibatkan posisi pelompat yang segera mengangkat kaki ke posisi menyentuh tangan kaki setelah lepas landas, mirip seperti saat sedang berjongkok.
  • Gaya menggantung (hang style): Gaya yang melibatkan peregangan tubuh untuk membuat pelompat berada di udara dalam jangka waktu selama mungkin. Dalam gaya ini, yang dilakukan adalah merentangkan kedua lengan dan kaki seperti menggantungkan tubuh dan pertahankan hingga mencapai ketinggian tertentu, lalu memindahkan kaki ke depan untuk siap mendarat.
  • Gaya berjalan di udara (walking in the air style): Gaya lompat jauh paling kompleks dan membutuhkan banyak gerakan saat berada di udara ialah gaya berjalan di udara, dimana yang dilakukan atlet adalah memutar lengan dan kaki selama melayang untuk menjaga keseimbangan tubuh dan mendapatkan jarak lompatan terjauh.


Cedera

  1. Kaki terkilir: Istirahatkan kaki yang terkilir selama 24 hingga 48 jam. Di samping itu, hindarilah kegiatan yang terlalu berat seperti berjalan jauh dan berlari. Bagian kaki yang terkilir juga bisa dikompres dengan air dingin atau bongkahan es batu yang dibungkus handuk selama 15 sampai 20 menit hingga bengkak di bagian cedera berkurang. Setelah mengalami cedera, bagian yang terluka perlu disangga misalnya dengan plester perban pelindung cedera otot sementara agar tidak semakin parah.
  2. Cedera engkel: balutkan luka dengan perban, kemudian istirahatkan bagian yang cedera dan kompres dengan air dingin, serta hindari aktivitas yang berat karena akan membuat cedera lebih parah.
  3. Patah tulang: Cedera ini bisa dicegah dengan mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D serta rajin berlatih olahraga angkat beban. Namun, jika pada akhirnya mengalami cedera patah tulang, harus berhati-hati dan jangan asal mengangkat bagian badan yang terluka. Sebaiknya gunakan deker pelindung patah tulang tangan untuk sementara waktu kemudian segera pergi ke dokter untuk mengatasinya.
  4. Lainnya: Robeknya otot pada betis, cedera pada kaki, lutut, siku, bahu, kepala, dan panggul. Untuk merawat cedera pada paha dan betis, atlet dianjurkan untuk istirahat, kompers bagian cedera dengan air dingin dan pemberian obat anti biotik. Tidak beda jauh, cara merawat cedera pada kaki dan panggul ialah istirahat, kompers dan pijat bagian yang terluka. Jika atlet mengalami cedera pada lutut dan siku, sebaiknya melakukan RICE (Rest, Ice, Compression dan Elevation) selama dua minggu dan berikan obat anti nyeri serta radang. Untuk merawat cedera pada bahu, atlet dibaringkan tekelungkup kemudian diberikan beban yang dikaitkan pada lengan bawah dan pergelangan tangan dengan dumbell dengan berat tergantung kekuatan ototnya. Atlet harus rileks beberapa jam kemudian sendi akan masuk sendirinya. Terakhir, untuk cedera pada kepala, atlet harus tidur terlentang tanpa bantal, letak kepala dimiringkan, dan berikan oksigen.
Pastinya, untuk memastikan bahwa cedera dirawat dengan baik, atlet harus mengunjungi dokter dan melakukan perawatan yang dianjurkan. Lebih dari pada itu, untuk mencegah mengalami cedera secara keseluruhan, keadaan atlet harus mantap. Ini berarti atlet harus banyak olahraga agar kekuatan otot dan tulang kuat, mengatur diet agar tidak kekurangan gizi, banyak istirahat agar peredaran darah lancar serta kondisi mental sehat, dan pastinya melakukan teknik-teknik dalam lompat jauh dengan baik dan benar.


Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa lompat jauh, seperti olahraga lainnya, tidak berbahaya. Selama teknik-teknik dilakukan dengan baik dan benar, memperhatikan peraturan yang berlaku, dan menjaga kesehatan, siapapun dapat melakukan lompat jauh tanpa khawatir akan terluka. Secara umum, cara mencegah cedera ialah dengan rajin berlatih karena dengan demikian tubuh terbiasa dengan pergerakan, sehingga saat melakukan lompat jauh kemungkinan kesalahan yang terjadi semakin kecil. Lebih daripada itu, lompat jauh harus mulai dipandang sebagai cabang olahraga atletik yang menarik dan baik untuk kesehatan. Melihat berbagai prestasi yang dicapai atlet-atlet lompat jauh dari dalam maupun luar negeri, ketentuan fasilitas yang tidak berat, dan kemungkinan cedera yang dapat dialami, harusnya lompat jauh dijadikan motivasi untuk terus berlatih dan pantang menyerah.


Sumber


Comments

Popular posts from this blog

Rencana-Nya Dikara

Yang Tak Bersalah